Untuk Kekasihku Tercinta
Assalamu’alaikum wr.wb.
Zawjaty ...
Nikmat ini begitu besar hingga engkau harus mensyukurinya, Alhamdulillah.
Perjalanan waktu telah engkau arungi dan membuatmu menjadi lebih bersahaja.
Waktu yang telah membawamu hingga ke usia sekarang.
Waktu yang telah membawamu bertemu dengan seseorang yang kini menjadi suamimu. Waktu yang telah membawamu menjadi pengabdi bagi seseorang yang kau harapkan ridhonya, karena kau tahu ridhonya juga adalah Ridho Ilahi.
Waktu yang telah membawamu kini menjadikan dirimu seorang calon ibu bagi para bintang peradaban.
Zawjaty ...
Betapa bahagianya engkau saat kulihat senyumanmu selalu menghias hari-harimu.
Engkau tak pernah letih untuk melayaniku, dalam keadaan apapun engkau. Bahkan engkau merelakan waktu luangmu hanya untuk menemaniku ; berbincang, berbagi cerita, atau hanya sekedar mendengarkan keluhan-keluhanku. Tak nampak di wajahmu keengganan untuk melakukan itu semua.
Zawjaty ....
Tahukan engkau ....
Ternyata engkau telah memilih menjadi orang yang beruntung, karena kini setiap pengabdianmu demi membahagiakanku, akan terbalaskan dengan balasan yang tak terkira yaitu keridhoan Alloh dan surga Nya.
Zawjaty ....
Bukankah engkau masih ingat tentang suatu kisah ;
” Suatu ketika seseorang datang kepada Nabi SAW menceritakan tentang isterinya, dan berkata : “Aku mempunyai seorang isteri yang selalu menyambutku bila aku pulang ke rumah, dan mengantarku sampai ke pintu bila aku akan pergi. Bila mendapati aku bersedih, ia menghiburku dengan mengatakan : “Bila engkau memikirkan uang untuk makan, jangan khawatir karena Alloh membeli makan kita. Bila kau memikirkan kehidupan yang akan datang, maka semoga Alloh meluaskan pikiran dan usahamu.”
Kemudian Rosululloh SAW berkata : “Sesungguhnya Alloh mempunyai utusan dan wakil-wakil di dunia ini dan isterimu adalah salah seorang diantaranya. Wanita yang demikian itu akan diberi ganjaran setengah dari ganjaran orang-orang yang mati syahid.”
Zawjaty ...
Di hari lahirmu kini ... sekaligus aku meminta maaf, karena tenyata aku belum mampu menjadi seperti yang engkau pinta. Aku masih saja membuatmu bersedih, bahkan menangis. Aku masih saja membuatmu letih .... dan aku memang belum bisa membuatmu bahagia.
Zawjaty ...
Maafkan aku ....
Karena di hari lahirmu kini, aku hanya bisa memberimu doa ;
”Semoga engkau senantiasa mendapatkan ridhoNya, karena aku akan senantiasa menjaga ridhoku kepadamu.”.
Akupun telah mengizinkan diriku untuk selalu membuatmu bahagia, dan aku telah melarang diriku untuk membuatmu bersedih.
Zawjaty ...
Uhibbuki kaefa maa kunti ....
Semoga keberkahan senantiasa menghiasi hari harimu. Amiin
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Dari Suamimu,
Nur Imam Suroso.

0 comments:
Post a Comment